Senin, 30 Juli 2012

laporan KKL


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Eksistensi kegiatan KKL bagi Mahasiswa Jurusan Tarbiyah STAIN Pekalongan

Kuliah kerja lapangan (KKL) STAIN Pekalongan merupakan kegiatan intra kulikuler yang pelaksanaannya mempertimbangkan keterpaduan aspek tri dharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Artinya, KKL STAIN Pekalongan menjadi proses pembelajaran dalam mengatasi masalah dalam pengelolaan menejemen yang professional dalam satuan pendidikan atau lembaga sekolah,. Unsur–unsur tri dharma perguruan tinggi dalam kegiatan KKL  ini haruslah terpadu dan sinergis, saling memperkuat atau tidak saling melemahkan/menafikkan satu sama lainnya.

Dengan demikian pelaksanaan KKL STAIN Pekalongan harus dikelola secara sistematis, terpadu dan berkelanjutan dalam perspektif pemberdayaan masyarakat sehingga KKL  tidak lagi diidentikkan sebagai kegiatan yang dalam praktiknya mencerminkan Study Tour/Rekreasi yang jelas sangat tidak relevan lagi dengan perubahan– perubahan saat ini.

Sebagaimana diketahui bersama, sekarang ini, umat dihadapkan pada berbagai persoalan kehidupan yang sangat kompleks, seperti kemiskinan yang semakin meluas, kerusakan lingkungan, konflik budaya, konflik perebutan sumber daya, menurunnya kualitas kehidupan manusia, dan semakin terancamnya keberlangsungan kehidupan manusia. Kondisi ini muncul disebabkan karena masih kuatnya paradigma pembangunan  mainstream yang struktur dasarnya adalah “pertumbuhan ekonomi” dan “modernisasi” yanng dibangun di atas akar budaya “materialistik”, “konsumtif”, “hedonistik”, “persaingan”, dan “eksploitasi tanpa batas” atau “keserakahan” demi akumulasi kapital yang tanpa batas pula.

            Kegiatan KKL ini merupakan syarat administrative dan akademis agar bisa memenuhi kualifikasi sebagai output dan outcome STAIN Pekalongan.Mahasiswa dituntut menjadi calon guru yang professional yang mempunyai kompentensi, untuk memenuhi hal tersebut maka dilakukan usaha terus-menerus meleui usaha pendidikan dan pelatihan,serta menggali pengalaman yang diperoleh dari berbagai lembaga pendidikan yang telah menunjukan keunggulan dalam mengembangkan profesi guru dan pengelolaan menejemen pendidikan.
            Mahasiswa prodi PAI jurusan Tarbiyah diharapkan dapat menjadi pengelola lembaga pendidikan yang professional dan unggul, dan memiliki berbagai pengalaman tentang pengelolaan tentang lembaga pendidikan,dengan KKL Maahasiswa bisa belajar secara langsund terhadap lembaga pendidikan yang telah mampu mengelola pendidikan secara unggul dan professional.
              Untuk itu jurusan Tarbiyah STAIN Pekalonganmemilih SMP Islam Kota Pekalongan sebagai tempaat kuliah kerja lapangan sebab sekolahan tersebut  termasuk sekolah yang unggul dan menjadi percontohan dikota Pekalongan.

B.     Standar kompetensi kuliah kerja lapangan
Standar kompentensi kuliah kerja lapangan tentang ketarbihan adalah mahasiswa  mampu menelaah secara komprehensif tentang pengelolaan pendidikan di SMP Islam Kota Pekalongan.

C.     Kompetensi Dasar kuliah kerja lapangan
Adapun kompetensi dasar yang hendak dicapai oleh mahasiswa peserta kuliah
kerja lapanga tentang ketarbiyahan adalah sebagai berikut :
1.      Mahasiswa dapat mengurai tentang manejemen pengelolaan kurikulum dan program pembelajaran.
2.      Mahasiswa dapat menemukan tentang manajemen tenaga kependidikan,
3.      Mahasiswa dapat mengungkap manajemen kesiswaan,
4.      Mahasiswaan dapat menelaah tetang manajemen keuangan dan pembiayaan,
5.      Mahasiswa dapat menggali tentang manajemen sarana  dan prasarana’
6.      Mahasiswa  dapat mengunkapkan tentang manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat.



BAB II
Pokok – Pokok pemikiran menajemen pendidikan
Satuan Organisasi dalam melaksanakan tugas pokok, fungsi dan  tugasnya Kepala Sekolah
Kepala Sekolahn mempunyai tugas pokok memimpin, merencanakan, membina, mengkoordinasikan, mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan  dibidang manajemen kepegawaian, pendidikan .
Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Kepala sekolah mempunyai fungsi :
a. Perencanaan perumusan kebijakan strategis dan teknis penyelenggaraan manajemen kepegawaian, pendidikan ;
b. Perencanaan program, kegiatan dan anggaran;
c. Pengkoordinasian dan pengendalian pelaksanaan tugas Sekolah;
d. Pembinaan, pengembangan dan pelayanan dibidang manajemen kepegawaian;
e. Pembinaan, pengembangan dan pelayanan  dibidang manajemen pendidikan
f. Pengawasan pelaksanaan tugas pokok Sekolah;
g. Pengevaluasian dan pelaporan;




BAB III
Pokok – pokok Pemikiran Manajemen Pendidikan Dan Implementasinya   Di SMP Islam Kota Pekaolangan


A.    Visi Dan Misi SMP Islam Kota Pekalongan

VISI

Istiqomah dalam Ibadah, unggul  dalam Prestasi, Sehat Jasmani dan Rohani

 

MISI

1.      Memberikan pendidikan dasar Agama Islam  seperti Qiroa’atil Qur’an, Figih, Tauhid, Tarikh,  dan bahasa Arab sebagai dasar untuk meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT dan untuk diamalkan serta sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan Agama yang tinggi
2.      Menjadikan Islam sebagai landasan dan motivasi untuk hidup bersama , saling menghormati., tolong menolong dan berahlak mulia
3.      Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif , hingga setiap siswa dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensi dan kemampuannya (potensi yang dimilikinya.
4.      Melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler untuk pengembangan kepribadian siswa baik dalam berorganisasi, ilmu pengetahuan , kesenian dan olahraga
5.       Menumbuhkembangkan budaya bersih, aman, tertib, indah dan kekeluargaan di lingkungan sekolah
6.      Mengikutisertakan siswa dalam setiap event lomba (ilmu pengetahuan, keseniaan dan olahraga) pada  tingkat daerah, propinsi dan nasional



B.     Menajemen Pengelolaan Kurikulum Pembelajaran

A.          MATA PELAJARAN


Komponen
Kelas dan Alokasi Waktu
VII
VIII
IX
A                   Mata Pelajaran
1.      Pendidikan Agama
2.      Pendidikan Kewarganegaraan
3.      Bahasa Indonesia
4.      Bahasa Inggris
5.      Matematika
6.      Ilmu Pengetahuan Alam
7.      Ilmu Pengetahuan Sosial
8.      Seni Budaya
9.      Pendidikan Jasmani, Olah raga dan Kesehatan
10.   Teknologi Informasi dan Komunikasi
B                   Muatan Lokal
      Bahasa Jawa
      Ketr Jasa dan Boga
C                   Mata Pelajaran Ciri Khusus
1.      Bhs Arab
2.      Tarikh
3.      Tauhid
4.      Al- Qur’an
5.      Tafsir
6.      Suar
Penunjang Pencapaian Prestasi
Pengembangan Diri *

2
2
4
4
4
4
4
2

2
2

2
2


4
1
1
1
1
1
3
1

2
2
4
4
4
4
4
2

2
2

2
2


4
1
1
1
1
1
3
1

2
2
4
4
4
4
4
2

2
2

2
2


4
1
1
1
1
1
3
1
Jumlah
47
47
47

 

B.     PROGRAM KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI

1.    Kegiatan pengembang Layanan dan kegiatan pendukung Konseling
a)      Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah:
                                                                    i.            Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas.
                                                                  ii.            Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 1 (satu) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal
                                                                iii.            Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi, kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus.
b)      Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah:
                                                                 i.               Kegiatan tatap  muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. 
                                                               ii.               Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas.
2.    Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut
a)            Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal, seperti : upacara bendera, senam, sholat jama’ah, sholat dluha,  keberaturan,  pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri.
b)            Spontan, adalah kegiatan  tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : pembentukan perilaku memberi salam, membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat (pertengkaran).
c)            Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti : berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain, amal jariah, datang tepat waktu

3.    Ekstra Kurikuler
a)         Pengembangan Kepribadian
(i)                 Pramuka
(ii)               PKS
(iii)             UKS
(iv)             PMR
b)         Keilmuan
(i)                 KIR
c)         Ketrampilan
(i)                 Komputer
d)        Olahraga
(i)                 Renang
(ii)               Volley Ball
(iii)             Basket
(iv)             Karate
e)         Apresiasi Seni
(i)                 Drumband
(ii)               Tilawah dan Tartil Qur’an
(iii)             Qasidah
(iv)             Teater
(v)               Jurnalistik (Mading)

C.    Pengaturan Beban Belajar

1.         Beban Belajar kegiatan Tatap Muka Keseluruhan untuk  Satuan Pendidikan

Satuan
Pendidikan
Kelas
Satu jam pemb, tatap muka ( menit)
Jumlah jam pemb. Perminggu
Minggu Efektif per tahun ajaran
Waktu pembelajaran per tahun
Jumlah jam per tahun
SMP
VII. s.d IX
40
47
34
200 hari
1598

2.         Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Waktu untuk penugasan terstruktur  bagi peserta didik pada SMP Islam Kota Pekalongan 20%  x 47 jam / minggu dan  kegiatan mandiri tidak terstruktur 10 % x  47 jam / minggu



3.         KKM ( SKBM )
Mata Pelajaran
KKM
VII
VIII
IX
Mata Pelajaran
1.      Pendidikan Agama
a)      Figih
b)      Tafsir
c)      Tarikh
d)     Taukhid
e)      Alqur’an
f)       Suar
2.      Pendidikan Kewarganegaraan
3.      Bahasa Indonesia
4.      Bahasa Inggris
5.      Matematika
6.      Ilmu Pengetahuan Alam
7.      Ilmu Pengetahuan Sosial
8.      Seni Budaya
9.      Pendidikan Jasmani, Olah raga dan Kesehatan
10.  Keterampilan / T IK
11.  Bahasa Jawa
12.  Ketrampilan jasa/ Tata boga
13.  Bahasa Arab


70
70
70
70
70
70
72
70
65
65
67
65
72
70

70
65
70/75
65


70
70
70
70
70
70
72
70
65
65
67
65
72
70

70
65
70/75
65


70
70
70
70
70
70
72
70
65
65
67
65
72
70

70
65
70/75
65

 

D.    Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan

1.      Kriteria kenaikan Kelas
a)      Kenaikan kelas dilaksanakan satuan pendidikan pada setiap akhir tahun.
b)      Peserta didik dinyatakan naik kelas, apabila yang bersangkutan telah mencapai kriteria ketuntasan minimal
c)      Peserta didik dinyatakan harus mengulang di kelas yang sama bila,
(i)       Memperoleh nilai kurang dari kategori baik pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
(ii)     Jika peserta didik tidak menuntaskan standar kompetensi dan kompetensi dasar lebih dari empat mata pelajaran sampai pada batas akhir tahun pelajaran, dan
(iii)   Jika karena alasan yang kuat, misal karena gangguan kesehatan fisik, emosi atau mental sehingga tidak mungkin berhasil dibantu mencapai kompetensi yang ditargetkan
2.      Kriteria Kelulusan
a)         Telah menyelesaikan semua program pendidikan sekolah
b)        Peserta didik dinyatakan lulus  ujian nasional apabila memiliki nilai lebih besar dari 4,50 untuk setiap mata pelajaran yang diujikan dengan rata-rata nilai ujian nasional lebih besar dari  5,0
c)         Batas kelulusan ujian sekolah minimal  6,0 untuk setiap mata pelajaran, kecuali mata pelajaran ujian nasional.
d)        Nilai rata-rata seluruh mata pelajaran ujian sekolah paling rendah 6,0
e)         Memiliki nilai sikap (kelakuan, kerajinan, dan kerapian) minimal baik.
                       

E.     Pendidikan Kecakapan Hidup

Pengembangan life skill pada peserta didik implementasinya terintegrasi pada pembelajaran setiap mata pelajaran, dengan pengembangan kecakapan personal, berpikir kritis, sosial, akademis dan vokasional serta difokuskan dengan pengembangan yang sesuai dengan karakter pada setiap mata pelajaran.

F.     Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global

Keunggulan Lokal
Mata pelajaran muatan lokal batik
Keunggulan Global
Pemanfaatan informasi dan komunikasi global melalui tehnologi informasi
c.Menajemen tenaga  kendidikan
                                                    Pendidik dan Tenaga Kependidikan           :
a.       Kepala Sekolah


Nama
Jenis Kelamin
Usia
Pendd. Akhir
Masa Kerja
L
P
1
Kepala Sekolah
 H. Edy Toni, S.Pd
L

48 th 01 bl
S1
24 th 09 bl
2
Wakil Kepala Sekolah
 Fauzah, S.Pd

P
52 th 09 bl
S1
32 th 07 bl






b.      Guru
No
Tingkat Pendidikan
Jumlah dan status guru
Jumlah
GTY / PNS
GTT
L
P
L
P
1
S3 / S2





2
S1
15
15
7
5
42
3
D-4





4
D3 / Sarmud
1
-
-
1
2
5
D2





6
D1
2
-
2
-
4
7
SMA / sederajat





Jumlah
18
15
9
6
48
                                                              i.      Kualifikasi Pendidikan, Status, Jenis Kelamin dan Jumlah


Artikel Terkait:

Read more: http://www.japarus.com/2012/04/cara-membuat-artikel-terkait-related.html#ixzz20BPSouId

0 komentar:

Poskan Komentar